Cerita Sex Dewasa Mahasiswi Universitas Pariwisata Muda dan Cantik

Cerita Sex Dewasa Mahasiswi Universitas Pariwisata Muda dan Cantik

Posted on 1,422 views

Cerita Sex Dewasa Mahasiswi Universitas Pariwisata Muda dan Cantik. Vinda baru saja , menyelesaikan studinya di salah satu , universitas pariwisata . Vinda kini kerja praktek . Sesuai dengan yang di pelajari selama ini , Vinda memilih kerja di sebuah hotel bungalow di daerah jawa barat , di kota yang terkenal dengan sebutan Paris van Javanya itu .

Bungalow yang terletak di kaki gunung itu memang menjadi pilihan Vinda . Vinda menjadi room servis di bungalow tersebut . Memang bukan jabatan yang bisa di banggakan , tapi dia tak bisa terlalu memilih , toh hanya kerja praktek sementara .

Umurnya belum genap 22 tahun , Vinda masih muda dan cantik . Tubuhnya langsing , dengan payudara yang tidak terlalu besar . Kulitnya putih bersih dengan rambut yang sebahu , kadang di ikat jadi satu membentuk ekor kuda , kadang di biarkan terurai dengan bando di kepalanya . Vinda sepintas terlihat mirip ABG umur 17 tahunan .

Vinda selama ini dikenal temannya sebagai gadis yang kuper dan pemalu , jarang sekali mau ikut temannya , bepergian . Dia lebih senang berdiam diri dirumah . Pernah sekali Vinda punya pacar sewaktu kelas 3  SMU , tapi kisah kasih itu hanya seumur jagung . Dari masuk kuliah hingga 3 tahun ke depan , Vinda terus sendiri .

Tapi jauh dalam lubuk hatinya Vinda sebenarnya mengharapkan punya seorang kekasih . Vinda juga sering berfantasi soal sex yang agak liar . Tapi tak pernah di ungkapkannya . Entah mungkin terpengaruh oleh film film bokep yang kadang di tontonnya .

Kalau fantasinya berlangsung dia menjadi birahi , maka dia akan melakukan masturbasi untuk memuaskan dirinya sendiri .

Hari itu , kira kira jam 7.00 malam , saat Vinda berjalan menuju dapur di hotel itu , Vinda melewati beberapa rumah bungalow sewaan itu . Dia menghentikan langkahnya , ketika kupingnya yang indah itu menangkap suara suara manja dari seorang gadis . Vinda mencari sumber suara itu , dan dia menemukan sebuah bungalow dengan jendela yang tak tertutup rapat .

Dari celah jendela itu Vinda melihat sepasang manusia berlainan jenis sedang melakukan foreplay . Mereka melakukan oral sex dengan gaya 69 . Wajah si gadis cantik menghadap jendela itu , dengan mulutnya asik mengulum penis besar milik seorang pria setengah baya yang tidur terlentang di atas ranjang itu .

Vinda melihat adegan itu dengan hati berdegup , ini pertama kali dia melihat adegan itu secara langsung . Walau sering melihat adegan seperti itu di film biru , tapi sekarang adegan langsung itu membuat kakinya bergetar . Adegan itu terus berlangsung di mana si gadis itu tampaknya agresif sekali melumat penis pria itu . Kepalanya naik turun , membuat penis itu semakin tegang keluar masuk mulut gadis itu .

Birahi Vinda pun naik dan terasa vaginanya menjadi lembab. Vinda menghentikan intipannya . Kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan , Dia pun kawatir , ada orang lain yang melihatnya .

Vinda memutuskan meninggalkan tempat itu . Tapi kemudian , suara desahan desahan gadis itu membuat dia membatalkan niatnya . Kembali kepalanya menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekelilingnya aman .

Vinda pun kembali mengintip dari celah jendela itu . Dan kini Vinda di suguhkan adegan utamanya . Saat tubuh wanita itu berada di atas tubuh pria itu . Dan penis besar pria itu terlihat jelas berada di vagina gadis itu , keluar masuk . Gadis itu terus mendesah desah kenikmatan . Vinda pun semakin terangsang .

Vinda tidak dapat sepenuhnya menikmati adegan langsung itu , sebentar sebentar dia menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekeliling aman . Tapi walau begitu Vinda terangsang sekali . Menit demi menit berlalu sampai akhirnya , tubuh pria itu mengejang menikmati sex mereka .

Vinda segera berlalu dari tempat itu , dia ke dapur sesuai rencana semula . Dia menemui seorang teman nya . Yang sama sama praktek kerja di sana .

“ eh , Vin , eloe udah ganti shif yah ..” tanya Susan temannya itu .

“ iyah , eloe ..” tanya Vinda .

“ bentar lagi deh , tanggung .. “ kata Susan yang masih di dapur mendapat tugas membersihkan piring .

“ eh.. yah udah kunci kamar mana ..gua mau mandi dulu ..” kata Vinda .

Setelah mendapatkan kunci kamarnya dari Susan , Vinda pun ke kamarnya . Susan teman sekamar Vinda di temat kerja prakteknya itu . Mereka di beri tempat sebuah rumah di belakang bungalow itu . Rumah yang cukup besar dengan lima kamar . Setiap kamar di isi oleh dua mahasiswa .

Vinda masuk ke rumah itu , beberapa rekannya menyapanya .

“ Vin .. cape yah ..” kata seorang temannya .

“ yah lumayan lah .. “ jawab Vinda .

“ eloe gantian sama siapa , shif siapa sekarang ..” tanya temannya lagi .

“ oh si Jeni ..” jawabnya sambil memutar anak kunci pintu kamarnya .

Setelah pintu terbuka Vinda masuk ke kamarnya .

“ eh gua mau mandi dulu yah..” katanya lalu menutup pintu kamarnya .

Vinda bediri di hadapan cermin di depan kamarnya . Dia melepas bajunya . Baju seragam hotel itu , kemeja putih , dan rok hitam . Lalu branya yang pink terlepas , buah dadanya yang yang hanya sekepalan pria dewasa itu tampak menawan dengan lingkar agak kemerahan , serta putting yang kecil . Putting itu tampak menonjol sedikit karena desakan birahi Vinda .

Tangannya perlahan meraba sendiri buah dadanya , matanya terpejam saat jarinya meraba putting susunya sendiri . Rasa nikmat segera dirasakannya .

Tangan yang sebelahnya pun menyusup masuk ke balik celana dalam yang berwarna senada dengan branya . Sambil mengatup bibirnya rapat , jarinya merabai vaginanya sendiri .

Sesaat kemudian Vinda berbaring di atas ranjangnya , lalu perlahan melepas celana dalam pinknya . Kakinya pun membuka lebar . Vaginanya yang basah , bukit vaginanya , dengan bulu bulu halus , terlihat merangsang untuk di nikmati . Jarinya segera merabai bibir kemaluannya yang rapat itu .

Jari Vinda bergerak ke atas dan kebawah . semakin lama gerakkan jarinya kian cepat . Pikirannya melayang berfantasi , dirinya sedang bercumbu hebat dengan seorang cowok . Semua itu membuat Vinda semakin birahi , vaginanya tampak semakin basah sekali ..

Pantat gadis itu tiba tiba terangkat , dia menahan sebentar lalu terlihat tubuhnya bergetar beberapa kali , kemudian pantat sexynya terhempas kembali ke ranjangnya .
Vinda hari itu tampak seperti biasa , mendorong troly membawakan makan atau minuman kepada tamu yang menginap di bungalow tersebut . Merapikan kamar bungalow , jika tamu sudah chek out dan lainnya .Selebihnya dia hanya menunggu perintah dari atasannya . Sampai jam kerjanya berakhir.

Malam itu setelah tugasnya selesai dan temannya sudah mengambil shiftnya . Vinda berniat kembali ke kamarnya . Dia pun melewati bungalow yang kemarin dia mengintip .

Tamu yang menginap itu baru akan chek out esok hari .

Saat Vinda melintas , jendala kamar itu malah terbuka lebar membiarkan semilir angin gunung menyejukkan kamar itu . Vinda terus saja lewat dan menoleh ke arah jendela itu . Pria setengah baya itu menatapnya . Vinda pun agak grogi lalu menyapa dengan sopan “ maaf , pak ..selamat malam..”

“ malam…. “ jawab pria itu sambil duduk di sofa dengan gadis muda duduk di sebelahnya yang memakai lingeri putih itu .

Vinda segera berlalu .

“ ah .. dia pasti habis main .. atau belum mulai yah ..” demikian katanya dalam hati .

“ wah ..gua udah gila nih ..koq jadi mau ngintip aja sih …” ujarnya dalam hati .

Jam 8.30 malam , setelah Vinda selesai mandi dia keluar dari kamarnya . Kebenaran malam itu teman sekamarnya mendapat shitf malam , menggantikan temannya yang lain , yang sedang tidak enak badan .

Kakinya melangkah menuju bungalow yang di sewa pria setengah baya dengan seorang gadis muda itu . Jendela kamar itu sekarang tertutup . Tapi tidak terlalu rapat . Jantungnya kembali berdegup , saat dia mendengar suara erangan pelan gadis itu .

Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan , setelah yakin semua aman dia mendekatkan kepalanya , matanya membuka lebar mengintip dari celah jendela itu .

Kembali Vinda menonton adegan sex live show . Kali ini , pria itu tengah menindih gadis muda itu dengan penis yang bergerak cepat di dalam vagina gadis muda itu . Udara sejuk di sana menjadi panas untuk Vinda , birahinya terbakar , Vinda menjadi sangat hot . Yakin hari sudah malam dan keadaan sepi , Vinda menjadi leluasa menonton tayangan itu.

Tanpa di rasanya , sepasang mata sedang mengamatinya . Vinda masih terlihat asik dengan tontonannya , sampai suara pria itu melenguh panjang menikmati orgasmenya .

Tontonan selesai . Vinda membalikkan badannya dan dia terkejut melihat seorang cowok yang muda sedang berada di depannya sekarang.

“ eh eh .. selamat malam pak ..” katanya terbata .

Lalu Vinda segera berjalan dengan kepala tertunduk . Cowok itu pun mengikutinya . Setelah agak menjauh dari bungalaw tersebut , cowok itu memanggilnya .

“ eh maaf .. bisa minta tolong , saya minta air putih ..” .

Vinda menghentikkan langkahnya ,

“ maaf pak , shif saya telah selesai , coba bapak telp ke room servis aja ..” .

“ yah , tapi saya telp , gak di angkat ..tolonglah .. “ katanya sambil tersenyum .

Vinda pun mengangguk ,

“ baik.. bapak di nomer berapa ? “ . Pria itu menunjuk bungalow nya yang terletak tak jauh dari bungalow tempat Vinda mengintip .

Vinda pun berdiri di depan pintu bunglow dengan membawa baki dan setermos air . Vinda mengetuk pintu bungalow itu . Dan Pintu itu terbuka . Vinda masuk dan meletakkan baki dengan setermos air itu di atas meja .

“ silahkan pak “. kata Vinda .

“ terima kasih ..” jawab pria muda itu .

Vinda pun melangkahkan kaki hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ eh omong omong kamu suka mengintip yah ..” kata pria itu tiba tiba .

“ eh .. ah ..ma maksud bapak , apa ..” tanya Vinda dengan grogi .

“ loh yang tadi itu ..memang kamu lagi ngapain , mengintip dari jendela khan ..” kata pria itu lagi .

“ eh anu pak , tadi saya dengar suara , lalu saya lihat , kalau kalau ada sesuatu yang terjadi di kamar itu ..” jawab Vinda .

Pria muda tersenyum ,

” koq lama lihatnya , memang apa yang terjadi di dalam sana ..”. Vinda hanya diam , menatap pria itu .

“ gak apa apa koq , saya cuma kesal , itu jatah saya , seharusnya saya yang ngintip..” kata pria itu dengan senyumnya yang menawan .

Vinda di buatnya binggung dengan perkataannya.

“ omong omong kamu suka juga ngintip yah ..” tanya cowok itu lagi .

“ eh ..enggak koq sungguh tadi saya tidak sengaja “ . jawab Vinda .

Cowok itu tersenyum lagi ,

“ nama saya Verbert , boleh tahu nama kamu siapa ?..” Vinda menatap pria itu , dalam hati Vinda bertanya tanya , apa maunya pria ini .

Vinda pun menjawab

“ saya Vinda..” .

“ Oh , Vinda nama yang cantik , sesuai dengan orangnya ..” kata pria itu .

“ selamat malam , pak ..” kata Vinda lalu membalikkan badan hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ Vinda , tadi kamu bilang shift kamu sudah selesai , jadi apa salahnya kita berbicara , soal hobby kita , kebetulan saya sendiri di sini..” kata Verbert .

“Maksud bapak ..” kata Vinda , dan menahan langkahnya .

“ yah soal hobby ngintip kamu , kita bisa bertukar pengalamankan ..” kata Verbert .

“ saya sudah bilang tadi , saya tidak punya hobby ngintip , tadi saya gak sengaja pak..” kata Vinda.

“ oh , sengaja atau tidak , tapi kan setidaknya kamu bisa cerita , apa rasanya ..” kata Verbert lagi .

“ saya tidak mengerti maksud bapak ., selamat malam pak “ kata Vinda lalu berjalan ke arah pintu .

“ Vinda , tolonglah , saya benar benar butuh seseorang untuk di ajak bicara , saya sedang binggung nih , bantu saya tolong lah please ..” kata Verbert dengan suara merendah , dan mengiba.

Kembali langkah Vinda terhenti , Vinda menatap wajah Verbert .

“ serius saya sedang ada problem dengan pacar saya , dia berselingkuh , membuat saya sakit hati ..

“ kata Verbert lagi , lalu dia duduk di sofa , sambil kedua tangannya memegang kepalanya .

Vinda menjadi sedikit simpati , lalu berjalan mendekat ,

“ apa yang bisa saya bantu ..” .

“ bantu saya , beri saya pendapat kamu , kasih saya jalan keluar. Tolong saya tak bisa berpikir..” jawab pria itu . Vinda tertegun .

“ tapi ini masalah pribadi bapak , saya tak bisa ikut campur..” .

“ saya tidak minta kamu ikut campur , tapi beri saya nasehat , langkah apa yang harus saya ambil ..” kata pria itu lagi .

“ baik pak …coba saya bantu ..” kata Vinda .

“ Begini ceritanya Vin , eh lebih baik kamu duduk dulu deh ..” pinta pria itu .

Vinda pun duduk di sofa itu , dan pria itu berkisah . Tentunya dia berkisah palsu . Verbert bukan seorang cowok yang baik . Dia suka memainkan wanita wanita . Itu sebabnya dia menyewa bungalow tersebut , tujuannya hendak mencari cewek di tempat clubbing , lalu membawanya ke bungalow itu , nanti malam .

Tapi dia bertemu Vinda yang tadi di pergokinya sedang mengintip . Ini kesempatan buat Verbert . Dia pun mencoba merayu Vinda , dengan segala tipu dayanya .

Verbert pun bercerita tentang pacarnya dan Verbert juga tentang bagaimana dia dan pacarnya melakukan hubungan sex . Yang tentu saja membuat Vinda tersipu tapi juga terangsang .

Setelah Verbert selesai dengan dongengnya dan Vinda mendengarnya dengan seksama , lalu Verbert bertanya

“ bagaimana menurut pendapat kamu Vin , apa saya pantas menerimanya kembali ? “ . Vinda terdiam .. sepertinya Vinda serius berpikir .

Saat itu Verbert berdiri , dia membuka kulkas ,

“ Vinda , mau minum apa .. “ tanyanya .
“ eh gak usah pak ..gak apa apa..” jawab Vinda .

Verbert lalu menuangkan minuman ringan dan tanpa sepengetahuan Vinda , Verbert memasukkan obat perangsang di minuman ringan itu . Lalu menyajikannya pada Vinda .

“ ayo , di minum , terus pikirkan , bantu saya ..tolong..” katanya .

“ gah usah pak , enggak enak ..saya pelayan di hotel ini ..” kata Vinda .

“ loh , apanya pelayan , saya anggap kamu teman baik saya dan saya berharap kamu juga bisa menganggap saya teman kamu .. dan jangan panggil pak , panggil Verbert .. please..” katanya lagi dengan nada merayu ..

Vinda mengangguk dan tersenyum , penampilan Verbert yang modis dan wajahnya yang ganteng serta kata katanya yang merayu tentu membuat Vinda terbuai .

“ minum dulu Vin ..” kata Verbert .

“ ma kasih pak ..eh Verbert..” kata Vinda tersenyum .

Dan minuman ringan yang tercampur obat perangsang tanpa rasa itu , segera mengalir masuk ke tenggorokkannya , lalu beredar dalam tubuhnya . Obat perangsang itu akan segera di serap oleh tubuh gadis cantik itu dan mempengaruhi system syaraf di otaknya .

“ Vinda gimana , apa pendapat kamu ..” tanya Verbert .

“ eh gimana yah , kalau kamu memang mencintainya , gak ada salahnya koq menerimanya kembali ..” jawab Vinda.

“ ha .. tapi ..dia pernah selingkuh , sampai begituan loh ..aku gak bisa terima ..deh kayaknya ..” kata Verbert lagi .

“ eh ..yah udah ..kalau kamu memang gak bisa . yah tinggalkan aja “ kata Vinda lagi .

Obat perangsang itu sepertinya mulai bereaksi . Vinda tampak gelisah . Dia duduk dengan tidak nyaman .

“ itu saya juga sudah pikirkan , tapi saya benci sendiri , kecuali kalau kalau….” . Kata Verbert terputus , membuat Vinda penasaran .

“ kalau apa ..” .

“ kalau kamu mau menjadi pacar saya..” kata Verbert .

“ ha… gak bisa …ah..” kata Vinda . Vinda merasakan ada gejolak yang hebat di dalam tubuhnya .

Semua kata kata Verbert membuat hatinya berbunga .

“ Vinda kamu sudah punya pacar …” tanya Verbert . Vinda menggeleng .

“ nah kebetulan dong…. jadi pacar saya yah ..please ..” rayu Verbert .

Vinda semakin tak bisa berpikir Jernih , di tambah rayuan rayuan Verbert yang terus di lontarkannya .

“ Vinda kamu cantik sekali , …” . Vinda hanya tersipu , lalu Verbert berkata lagi “ Vinda boleh saya mencium kamu ..”

Dorongan obat perangsang itu begitu kuat membuat syaraf syaraf di otak Vinda tak bisa bekerja sempurna . Libidonya meningkat , tak terkontrol . Vinda mengangguk , sambil memejamkan matanya . Tanpa membuang waktu Verbert mulai mencium bibir mungilnya. Melumatnya mendesak masuk lidahnya ke dalam mulut Vinda , menggelitik langit langit mulutnya .

Detak jantung Vinda meningkat tajam , Verbert yang berpengalaman itu tahu Vinda sudah mulai terangsang. Verbert mulai merabai dadanya yang masih tertutup t-shirt putihnya itu , Vinda merintih.

” jangan Vert.. malu ..” . Verbert menjilati lehernya ,

”sayang , saya suka sama kamu , jangan kawatir tenang aja , nikmati ..” . Vinda benar benar tak kuasa menolak semua itu , dia hanya pasrah menikmati permainan Verbert.

Kembali Verbert menciumi bibir Vinda lagi . Vinda pun membalasnya dengan penuh nafsu . Dengan cepat Verbert melepas t-shirt putih yang di kenakan Vinda . Vinda sama sekali tak bisa menolak . Dadanya telah terbuka ,dia memakai bra putih . Tangan Verbert dengan cekatan melepas bra putih . Kini matanya bebas menatap buah dada , milik Vinda itu.

Buah dada yang terbuka itu tak luput dari sentuhannya . Tubuh Vinda gemetar , baru kali ini buah dadanya di sentuh tangan pria . Putingnya yang kecil ke merahan juga di mainkan dengan liar oleh jari Verbert . Vinda mendesah

“ ahh.. .. ehhh ….ahhh Vert ohh … “ erang Vinda.

Lidah Verbert pun menjulur , menjilat putting susu Vinda yang tampak menonjol keluar . Vinda sudah sepenuhnya di kuasai birahi . Verbert dengan bernafsu melumat , menyedot buah dada Vinda . Membuat Vinda semakin birahi . Suara erangan nikmat Vinda terdengar , menambah gairah Verbert .

Tangan Verbert pun mencari resleting rok hitam Vinda dan membuka resleting itu . Verbert pun melepas roknya , pangkal pahanya masih terbalut celana dalam putih . Tangan Verbert dengan lembut meraba raba paha putih mulus Vinda, Vinda yang sudah terpengaruh dengan obat perangsang itu seakan tak lagi berkuasa atas tubuh nya .

Perlahan kedua tangan Verbert mengelus elus paha putih Vinda , Sambil sedikit demi sedikit merenggangkan kedua kakinya , Verbert dapat jelas melihat bercak basah , cairan nikmat yang merembes dari vagina Vinda membasahi selangkangan celana dalam putihnya .

“ sayang , saya cinta kamu , saya akan membahagiakan kamu .. ..” ujar Verbert di telinga Vinda, lalu menjilati daun telinga Vinda sehingga membuatnya terangsang geli .

Satu sentuhan lembut , jari Verbert tepat di selangkangan celana dalam putih milik Vinda. Membuat suara erangan birahi keluar dari mulut Vinda.

“ AAhh …… “ . Lidah Verbert terus aktif menyapu putting susu Vinda, buah dadanya tampak mengeras karena nafsu . Di sertai getaran getaran jari Verbert di atas selangkangan celana dalamnya , membuat tubuh Vinda bergejolak .

Pengaruh obat perangsang itu begitu kuat membuat Vinda tak bisa bertahan lama dengan birahinya..

“ ohh .. ahhh .. sudah Verbert aku gak tahan lagi .. ..” erang Vinda ketika jari Verbert bergerak semakin cepat di selangkangan celana dalamnya .

Verbert tidak berhenti , jari itu bergetar semakin liar , Putting susunya juga di jilat cepat . Tubuh Vinda mengejang , Vinda menjerit menikmati orgasmenya
Rasa nikmat yang berbeda dan baru pertama kali di rasakannya . Nafasnya masih memburu di sertai degup jantungnya yang berdetak cepat . Verbert pun menciumi bibir indah Vinda “ sayang , kamu merasa nikmat ..” tanyanya . Verbert pun mendiamkan gadis itu , sebentar , sambil terus menciumi bibirnya dengan mesra.
Kemudian tangan Verbert perlahan melepas celana dalam putih Vinda yang telah basah itu .

“ Vert ..jangan ..saya malu …” kata Vinda, dengan tangannya berusaha menghentikan tangan Verbert .

Tapi usaha itu sia sia , tangan Vinda sepertinya kehilangan tenaga . Tangan Verbert tak bisa di hentikan , sampai celana dalam Vinda lepas dari tubuhnya.

Verbert melihat bukit kemaluan Vinda dengan bulu bulu tipis yang sangat merangsang itu . Dengan dua jarinya , bibir vaginanya di kuak lebar oleh Verbert . Vinda mengerang . Mata Verbert menatap vagina Vinda , dengan liangnya yang rapat serta basah . Klitorisnya tampak memerah dan membesar . Lidah Verbert menjulur menjilati klitorisnya . Lagi lagi Vinda mengerang nikmat .

Rasa rasa nikmat yang belum pernah di rasakannya . Saat klitorisnya bersentuhan dengan lidah seorang pria . Rasa yang selama ini cuma ada dalam fantasi liarnya sekarang tengah di rasakan dengan sesungguhnya.

Jilatan lidah Verbert di klitorisnya terus membangkitkan nafsu birahi Vinda . Sebentar saja Gadis itu telah kembali birahi . Vinda terus mengerang kenikmatan . Lendir vagina Vinda mengalir terus .Rasa nikmat dan gatal mendera klitorisnya yang tegang terangsang .

Dan tubuhnya kembali menegang .

“ ahh… enak… ahhh ahhh..enak..” erangnya . Lidah Verbert terus bergerak menyapu klitoris dan membawa Vinda kembali mengejang kerena orgasme .

Tubuh Vinda pun kembali lemas .

Setelah beberapa saat , Verbert membawa tubuh bugil Vinda dan membaringkannya di ranjang itu . Vinda berjalan agak gontai dan sempoyongan , tubuhnya terasa lemas dan tenaganya seperti hilang .

Sekarang Vinda telah berbaring di ranjang itu . Verbert pun mulai membuka pakaiannya sendiri . Penisnya yang tegang itu sudah siap untuk memasuki tubuh Vinda . Verbert menghampiri Vinda . Sambil mengangkat kepala Vinda , Verbert meminta Vinda mengoral penisnya .

“ ah ..jangan ..saya gak bisa ..” kata Vinda .

“ ayo coba saja .. jilat dulu saja ..” pinta Verbert .

Perlahan tangan Vinda menyentuh daging bulat panjang itu . Baru kali ini dia memegang penis seorang pria . Tangan Vinda yang lembut terasa nikmat bagi penis Verbert .

“ ayo , sayang , jilatin dong ..” rayu Verbert . Vinda sedikit ragu untuk melakukan hal itu .

Tapi Verbert terus mendesaknya . Lidah Vinda pun menjulur dan menjilati ujung penisnya . Tapi Vinda tak mau mengulum penis itu . Verbert mendorong penisnya hingga ke mulut Vinda . Tapi Vinda mengatup mulutnya rapat .

“ ayo dong ..sayang , kulum ..dong..” pinta Verbert .

Vinda pun perlahan membuka mulutnya . Penis itu segera melucur masuk ke dalam mulutnya ..

“ ufff …ughh …. “ suara Vinda tertahan penis itu .

Verbert menggerakkan penisnya dalam mulut Vinda .

Tapi Verbert tak begitu menikmati oral sex dari Vinda , Vinda tak berpengalaman sama sekali .

Verbert memutuskan untuk segera mencicipi tubuh gadis cantik itu . Verbert semakin mendekat tubuh Vinda , Verbert menatap penuh nafsu wajah cantik Vinda . Dia membuka lebar kedua kaki Vinda dan menahannya.

Kepala penisnya sudah menempel tepat di bibir vaginanya .

Vinda memejamkan matanya dan dia bersuara lemah

“ saya masih perawan .. saya takut Verbert… “ ibanya .

Verbert tercengang mendengar kata Vinda .

“ apa betul dia masih perawan ..” pikirnya dalam hati .

“ Vinda sayang ..tenang saja ..saya akan pelan pelan koq ..” kata Verbert .

Penis Verbert perlahan mendesakkan penisnya masuk lebih dalam , membuka belahan vagina Vinda . Vinda meringis , Penis itu pun bergerak masuk lebih dalam .

“ ahhh .. sakit.. stop sakit Vert .. ..” erang Vinda .

Verbert pun benar benar menikmati jepitan erat vagina Vinda . Dia mulai menggoyang , menarik keluar batang penisnya dan mendorong masuk kembali dengan pelan dan lembut . Vinda mengerang setiap kali penis Verbert menusuk liang vaginanya .

Setelah beberapa kali penisnya keluar masuk , Verbert menarik habis batang penisnya keluar dari liang vagina Vinda . Dan dia melihat ada bercak merah di sprei kasur .

“ gila ..nih cewek benar benar perawan ..” katanya dalam hati .

“ aghh … sakit ..udah ..stop …” erang Vinda ketika Verbert kembali memasukan batang penisnya ke vagina Vinda .

Verbert benar benar menikmati jepitan erat otot otot vagina perawan itu . Gerakan penisnya lambat , walau begitu Vinda tak sepenuhnya menikmati . Tapi itu tak lama , semakin Verbert mendekati puncak birahinya , semakin cepat pula penisnya bergerak dalam liang vagina Vinda yang perawan itu .

Gerakkan Verbert pun makin lama semakin liar . Penisnya terus bergerak keluar masuk , membuat Vinda mengerang ke sakitan . Verbert tak peduli lagi ., yang di rasakan hanya nikmat tubuh Vinda .

Penisnya terus bergerak keluar masuk . Gerakkan Verbert semakin cepat , menghentak hentak keras dan tiba tiba Verbert menekan habis batang penisnya dalam liang vagina Vinda .

Saat itu Vinda merasakan cairaan hangat sperma Verbert telah memenuhi vaginanya . Perlahan Verbert mencabut batang penisnya dan sebagian dari spremanya keluar dari liang vagina Vinda beserta darah perawannya .

Vinda merasakan seluruh tubuhnya lemas . Juga ada rasa nyeri di vaginanya . Verbert membelai kepala Vinda dan mencium bibirnya . Tak lama Vinda tertidur pulas .

Bunyi bip yang terus menerus dari jam tangan digitalnya membangunkan tidurnya .
Jam 5.30 , yah ini memang saatnya untuk bangun dan mempersiapkan diri untuk kerja .

Tapi pagi ini berbeda dengan pagi pagi sebelumnya , tubuh Vinda tertidur tanpa busana dan dia masih merasa nyeri di vaginanya .

Vinda pun bangun dari ranjang itu , dia mencari pakaianya yang berantakan tergeletak di sofa . Dia memakainya , matanya berkeliling mencari Verbert , tapi dia tak menemukannya .

Vinda duduk di sofa itu , termenung tentang kejadian semalam . Vinda ingat semuanya , dia sadar telah melakukan hubungan intim dengan seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya .

“ mengapa bisa terjadi , mengapa saya bisa semudah itu menyerahkan diri saya pada cowok itu ..” pertanyaan itu memenuhi otaknya ..

“ Vinda , eloe dari mana ? ” tanya temannya yang melihatnya .

“ enggak , dari depan aja…” jawab Vinda .

“ yah udah , sana ganti baju ..pakai seragam .. gua mau tidur nih..” kata Susan , yang baru saja berganti shif .

Vinda pun segera masuk , ke kamar mandi , dia membasuh tubuhnya . Membersihkan vaginanya dari sisa sisa sperma Verbert . Ada rasa penyesalan yang dalam di hatinya . Tapi mau apa lagi .. Vinda pun meneruskan mandinya itu .

Setelah selesai mandi , Vinda pun segera memakai baju seragamnya lagi , dan siap bertugas .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *